| Mobile| RSS

"Apa Sejarah Kak?"

Beberapa waktu lalu Jojo bersama 20 anak membuat program "Belajar Ke Museum".  Supaya kegiatan itu berkesan  untuk anak-anak maka dibuat kegiatan petualangan di dalamnya. Pagi-pagi sekali anak-anak sudah berkumpul di sanggar, suaranya riuh mengganggu para tetangga yang masih tidur lelap. Tapi tidak bagi anak-anak pagi itu. Sebelum berangkat anak yang remaja mulai mendata anak-anak yang ikut kegiatan bertualang ke museum. Setelah mereka siap mereka langsung menuju angkot sewaan yang akan mengantar sampai Stasiun Depok Lama.
Selama perjalanan menuju Stasiun Kota anak-anak berkejar-kejaran didalam kereta, hari itu kereta lumayan kosong dan anak-anak bisa menikmati petualangannya. Untuk banyak anak- ini perjalanan pertamanya jauh dari kampung dan orangtuanya. Tidak sedikitpun ada rasa takut tapi malah sebaliknya mereka begitu menikmati dengan caranya. Bercanda sepenjang perjalanan sampai Stasiun Kota.
Sebelum keluar stasiun anak-anak dibagi perkelompok agar lebih mudah mengawasi dan menjelaskan jika ada pertanyaan atau menjelaskan sesuatu kepada anak jika memang ada objek yang bisa menambah pemahaman mereka tentang budaya. Sambil berjalan keluar stasiun, Suri memegang tangan kiri Jojo matanya diarahkan kebanyak tempat dan sudut, ada banyak hal yang belum dilihatnya. Sesampainya diluar stasiun tiba-tiba suara dan tarikan tangan Suri  mengejutkan Jojo.
"Kak! ... kok disini  banyak Cina?"Suri penuh keheranan dan matanya tidak henti-hentinya memperhatikan orang-orang yang berbeda dengan lingkungan di kampungnya.
Jojo yang pada awalnya terkejut mendadak ingin tertawa sejadinya, tapi niat itu diurungkan karena melihat ekpresi Suri yang masih diliputi rasa heran.
"Loh ... memang kamu disekolah belum diajari sejarah ya ?"Tanya Jojo menyelidik.
"Apa sejarah Kak?"Suri malah balik bertanya.
"Sejarah itu seperti cerita jaman dulu. Contohnya tempat ini. Kenapa ada banyak orang Chinese sampai sekarang.... "Jojo menjelaskan sesederhana mungkin ke pada Suri.
"Oh .... saya baru tahu Kak!."Jawab Suri masih dengan  tatapan penuh keheranan.
Petualangan dari museum ke museum dan beberapa tempat yang berdekatan dikunjungi sampai akhirnya anak-anak kembali pulang dengan membawa pengalaman masing-masing dari apa yang menjadi ketertarikannya.

 
 

Senin, 07 Mei 2012 | posted in | 0 comments [ More ]

" .... Dan Cerita Itu Menjadi Mimpi ..."

Pada awalnya hanya sebuah cerita dan cerita itu menjadi mimpi akhirnya mimpi itu menjadi sebuah kenyataan. Itulah yang terjadi ketika Jojo memulai dengan "Project Membangun Mimpi" untuk anak-anak yang setiap hari selalu berinteraksi di Bale Baca Rebung Cendani. 
"Kak, kita buat rumah pohon yuk ... ! disinikan ada banyak pohon!"Kata Salah satu anak. 
"Boleh! Tapi sebelum kita mulai membuat rumah pohon, mesti dilihat dulu jarak pohon satu dengan yang lainnya. Sambil belajar matematika dan fisika!"Kata Jojo sambil tersenyum. 
Kemudian Jojo dan kelima anak itu pergi kebagian belakang rumah yang masih ditanami pohon cabai. Sayangnya kebun itu tidak dirawat.
"Kak, pohon yang besar cuma ada tiga! Satu lagi masih kecil batangnya dan hanya  pohon belimbing?" Kata Sobari sambil menggoyang-goyangkan batang pohon belimbing.
"Nah.... sekarang bagaimana kita bisa membuat empat tiang penyangga dari pohon, dengan satu pohon yang batangnya tidak besar?"Jojo melemparkan persoalan untuk kelima anak itu. Sementara sambil bercanda anak-anaksibuk dengan  menghitung bagaimana meletakkan tiang penyangga dan membuat bagian dasar lantainya. Jojo hanya belajar mendengarkan apa yang mereka diskusikan tentang cara pembuatan tiang penyangga dan bagian dasar rumah pohon.
"Kak, kita sudah dapat nih cara membuat tiang dari tiga pohon besar dan satu pohon belimbing yang batangnya enggak besar!"Kata Sobari penuh semangat. 
"Sekarang kita hitung berapa batang bambu yang kita butuhkan untuk membuat konstruksi bagian bawah dan lantainya!"Kata Jojo sambil membuat catatan di selembar kertas. 
Setelah mereka selesai menghitung berapa batang bambu yang mereka butuhkan untuk membuat konstruksi bagian bawah. 
"Kak, kita butuh sepuluh bambu besar untuk membuat bagian bawahnya! Bambu besar itu yang punya Bang Udin. Tapi kita harus beli supaya murah kita nebang sendiri aja Kak!"Kata Maknur. 
"Kalau bambu yang biasa kita enggak usah beli dan bisa nebang di kebon bawah" Sambung Maknur. 
 "Ok! sekarang kita mulai mengumpulkan bambu-bambu itu dan mulai membuat rumah pohon!"Sahut Jojo penuh semangat.

Selama satu  minggu, sepulang sekolah mereka selalu mengerjakan itu sambil ditemani Jojo akhirnya selesai juga mereka membuat rumah pohon dengan ukuran 3 m x 3 m dengan ketinggian 2 m. Setelah pengerjaa rumah pohon mereka bercerita tetang dinamika dari proses itu. Tanpa mereka sadari mereka membuat evaluasi kecil dari proses itu. Yang terpenting bagi mereka adalah cerita dan mimpi itu sudah menjadi kenyataan dan mereka menikmati usaha itu termasuk anak-anak yang lain yang lebih kecil.

Minggu, 06 Mei 2012 | posted in | 0 comments [ More ]

Bamboo Leaf Gallery Photos