Selesai sholat tarawih bapak-bapak dan para pemuda kampung duduk-duduk di depan rumah Engkong Anda. Itu kebiasaan baru setelah ada seorang warga menyediakan lapangan tenis meja di halaman rumah Engkong Anda. Jojo yang sedang duduk-duduk di bagian belakang dapur Bang Jaul dikagetkan dengan suara pak Gomer dari belakang dan langsung duduk disebelah Jojo. Pak Gomer seorang bapak teman berbicara dengan Jojo, dan kebetulan sering memperhatikan anak-anak yang sering datang ke sanggar.
"Jo, saya kok enggak lihat Candra? Biasanya bolak-balik ke sanggar!"Tanya Pak Gomer sambil memandangi wajah Jojo yang kelihatan diam saja.
"Biasa Pak. Namanya juga anak-anak. Kalau lagi jenuh hilang dan kalau bosan disana akan datang lagi ke sanggar."Kata Jojo sambil memperhatikan orang didepannya sedang bermain tenis meja.
"Memang sedang suka main dimana?"Pak Gomer tanya lagi.
"Di warnet depan."Jojo tidak bisa menghidari pertanyaan seperti itu.
“Main apa sih kok sampai betah begitu ya?” Pak Gomer bingung.
“Candra suka sekali main games online dan itu baru terjadi sekarang ini, dulu dia cukup puas dengan edu games di sanggar.”Jojo berusaha menjelaskan itu.
“Ada banyak anak juga suka permainan dikomputer termasuk anak bapak.”Sambung Jojo.
“Saya enggak ngerti games di komputer! Kadang saya suka nguping anak-anak cerita games ini dan itu.”Kata pak Gomer dingin.
“Sekarang ini ada banyak anak sedang gandrung games point blank. Itu games perang - Point Blank, sebuah Online First Person Shooting Game dengan tingkat realistik tinggi.
Biasanya dalam game online FPS akan terdapat dua buah kubu yang akan saling berhadapan, dalam Point Blank, kedua kubu tersebut adalah CT Force dan Free Rebels.”Jojo menjelaskan lebih jauh sambil mengamati pak Gomer yang kelihatan tidak tertarik.
“Ayo Pak Gomer main tennis meja.”Teriak Bang Oma dari depan rumah Engkong Anda sambil mengangkat bet tennis meja.
“Jojo nih enggak pernah main tenis meja...”Kata Pak Gomer ngeledek Jojo sambil menuju kelapangan tenis meja.
Jojo hanya senyum-senyum sambil terus mengamati Pak Gomer mendekati Bang Oma.
Keesokan hari Jojo melihat beberapa anak putri yang sedang duduk-duduk di bawah pohon mangga. Entah apa yang dibicarakannya. Jojo mencoba mendekati mereka untuk mencari tahu kabar Candra.
“Nya, Candra dimana?”Tanya Jojo
“Biasa kalau jam segini ada di warnet ...”Jawab Anya sambil senyum-senyum.
“Kemaren saya ketemu Kak. Saya tanya kenapa enggak ke sanggar lagi, eh malah jawab lagi nyari cit (cheat). Saya enggak tahu apaan cit.”Kata Anya dengan tatapan serius.
“Oh .... cit .... cara bermain gemes dengan curang. Biasanya pakai kode, kebetulan saya juga enggak pernah main games yang sering dimainkan Candra.”Jojo menjelaskan. Sementara Anya dan teman-temannya hanya diam dan tidak tahu mau menanggapi apa tentang cit itu.
“Ya sudah, biarkan aja, nanti juga bosen sendiri.”Kata Jojo sambil mengerlingkan matanya pada Putri yang sejak tadi melongok.
“Emang kakak mau kemana, kok sudah rapi?”Tanya Putri sambil mengamati pakaian yang dikenakan Jojo.
“Mau cari pacar ... “Kata Jojo sambil tertawa meledek Putri dan anak-anak itu juga tertawa terpingkal-pingkal mendengar jawaban Jojo yang nyeleh dimata anak-anak.
“Ih ... kakak tampangnya lucu .... “Kata Fadlah menambah durasi ketawa anak-anak yang ada di bawah pohon mangga.
"Jo, saya kok enggak lihat Candra? Biasanya bolak-balik ke sanggar!"Tanya Pak Gomer sambil memandangi wajah Jojo yang kelihatan diam saja.
"Biasa Pak. Namanya juga anak-anak. Kalau lagi jenuh hilang dan kalau bosan disana akan datang lagi ke sanggar."Kata Jojo sambil memperhatikan orang didepannya sedang bermain tenis meja.
"Memang sedang suka main dimana?"Pak Gomer tanya lagi.
"Di warnet depan."Jojo tidak bisa menghidari pertanyaan seperti itu.
“Main apa sih kok sampai betah begitu ya?” Pak Gomer bingung.
“Candra suka sekali main games online dan itu baru terjadi sekarang ini, dulu dia cukup puas dengan edu games di sanggar.”Jojo berusaha menjelaskan itu.
“Ada banyak anak juga suka permainan dikomputer termasuk anak bapak.”Sambung Jojo.
“Saya enggak ngerti games di komputer! Kadang saya suka nguping anak-anak cerita games ini dan itu.”Kata pak Gomer dingin.
“Sekarang ini ada banyak anak sedang gandrung games point blank. Itu games perang - Point Blank, sebuah Online First Person Shooting Game dengan tingkat realistik tinggi.
Biasanya dalam game online FPS akan terdapat dua buah kubu yang akan saling berhadapan, dalam Point Blank, kedua kubu tersebut adalah CT Force dan Free Rebels.”Jojo menjelaskan lebih jauh sambil mengamati pak Gomer yang kelihatan tidak tertarik.
“Ayo Pak Gomer main tennis meja.”Teriak Bang Oma dari depan rumah Engkong Anda sambil mengangkat bet tennis meja.
“Jojo nih enggak pernah main tenis meja...”Kata Pak Gomer ngeledek Jojo sambil menuju kelapangan tenis meja.
Jojo hanya senyum-senyum sambil terus mengamati Pak Gomer mendekati Bang Oma.
Keesokan hari Jojo melihat beberapa anak putri yang sedang duduk-duduk di bawah pohon mangga. Entah apa yang dibicarakannya. Jojo mencoba mendekati mereka untuk mencari tahu kabar Candra.
“Nya, Candra dimana?”Tanya Jojo
“Biasa kalau jam segini ada di warnet ...”Jawab Anya sambil senyum-senyum.
“Kemaren saya ketemu Kak. Saya tanya kenapa enggak ke sanggar lagi, eh malah jawab lagi nyari cit (cheat). Saya enggak tahu apaan cit.”Kata Anya dengan tatapan serius.
“Oh .... cit .... cara bermain gemes dengan curang. Biasanya pakai kode, kebetulan saya juga enggak pernah main games yang sering dimainkan Candra.”Jojo menjelaskan. Sementara Anya dan teman-temannya hanya diam dan tidak tahu mau menanggapi apa tentang cit itu.
“Ya sudah, biarkan aja, nanti juga bosen sendiri.”Kata Jojo sambil mengerlingkan matanya pada Putri yang sejak tadi melongok.
“Emang kakak mau kemana, kok sudah rapi?”Tanya Putri sambil mengamati pakaian yang dikenakan Jojo.
“Mau cari pacar ... “Kata Jojo sambil tertawa meledek Putri dan anak-anak itu juga tertawa terpingkal-pingkal mendengar jawaban Jojo yang nyeleh dimata anak-anak.
“Ih ... kakak tampangnya lucu .... “Kata Fadlah menambah durasi ketawa anak-anak yang ada di bawah pohon mangga.

