| Mobile| RSS

Rongsokan.

Rabu, 27 Juli 2011 | posted in | 0 comments

Rumah baru, meski cuma kontrak bukan berarti tidak bisa membangun mimpi setinggi langit. Begitu kata pepatah. Rumah berarti membiarkan segala kemungkinan akan terjadi disana.  Rumah sebagai ruang publik anak bukan berarti juga menutup kemungkinan masyarakat akan datang dan berinteraksi disana bahkan lebih dari itu. Bisa jadi dianggap dari simbol perlawanan terutama  dari sesuatu yang mapan. Dirumah itu juga akan ada banyak gagasan bermunculan disamping  bagaimana menemani anak dalam memetakan dan membantu mewujudkan apa yang menjadi ketertarikkannya. Mimpi itu dimulai dengan dua unit komputer rongsokan sumbangan dari teman.  Benda mati itu akan menjadi benda tanpa makna. Tidak akan terjadi lompatan jauh kedepan  tanpa orang-orang  yang dapat membawa anak kedimensi yang jauh dikemudian hari dengan dua komputer rongsokan.

I am accustomed to sleep and in my dreams to imagine the same things that lunatics imagine when awake.  ( "Meditations on First Philosophy") - Rene Descartes.

Meski benda itu bisa dikatakan rongsokan tapi fungsinya masih ada meski tidak maksimal. melihat benda itu Yoan, Jojo, dan Mira membuat diskusi kecil dengan komputer bekas itu.
"Yoan, kita dikasih komputer bekas dari Mo Wisnu. Sekarang barangnya ada di sanggar."Mira memberi tahu Yoan dengan dengan gembira.
"Mana barangnya?"Tanya Yoan sambil mengikuti Mira dari belakang menuju kamar depan tempat komputer itu disimpan.
"Masih lumayan Mir, ..."Kata Yoan sambil mengamati komputer itu.
"Yo, sekarang kita mau diapakan benda ini?"Tanya Jojo melanjutkan pembicaraan.
"Kalau  lihat dalamnya sih masih lumayan,  yang penting masih berfungsi meski jauh dari kata maksimal"Yoan menjelaskan sambil membongkar-bongkar komputer.
"Elo lebih tahu lah Yo, tentang barang itu dan pengalaman loe kan enggak jauh dari benda itu!"Kata Mira menegaskan pernyataan Yoan.
"Sekarang kita buat program apa selain mengetik? Bagaimanapun dikampung ini anak-anak belum menganal komputer. Mungkin sering mendengar namanya tapi belum pernah menggunakan."Tanya Jojo mencoba lebih kritis.
"kita bagi tugas aja! Jojo ngarin menulis dengan komputer dan elo Yo ngajarin program yang ada hubungannya sama komputer."Kata Mira mencoba memecah fokus untuk setiap kegiatan.
"Bisa sih ...  gue akan coba ngari anak untuk membongkar dan merakit kembali komputer ini dan harus hidup!"Yoan merinci apa yang dilihatnya dengan komputer rongsokan itu.
"Kapan kita bisa mulai dengan kegiatan merakit komputer?"Kata Mira tidak sabar.
"Hari minggu pagi bisa dimulai. Cuma kita batasi setiap kegiatan untuk dua orang! Ini akan memakan banyak waktu."Yoan mencoba memberikan kepastian.
Lebih dari satu jam pembicaraan itu dan akhirnya didapakan kepastian mau diapakan komputer rongsokan itu.

Hari terus berganti, minggu berganti minggu, dan bulan berganti bulan. Akhirnya ada banyak anak yang bukan saja dapat menggunakan komputer  tetapi lebih dari itu. Ada proses kreatif yang membuat anak lebih suka berjam-jam didepan komputer hanya untuk membuat film animasi sederhana. meski juga sekali-sekali mereka menggunakannya untuk bermain games. Tidak terbayangkan ketika mereka memulai itu tidak  banyak sekolah di sekitar kampung mereka memiliki komputer.  Betapa mereka menjadi keheranan banyak guru ketika anak-anak mulai belajar komputer disekolah di lanjutan pertama. Ada banyak pertanyaan untuk itu karena mereka memiliki kemampuan jauh dari teman-teman lainnya yang sama sekali belum pernah belajar komputer. Itu pula yang akhirnya menarik banyak anak-anak seusia lanjutan pertama datang ke sanggar hanya untuk belajar komputer. Konsekuensinya ketika beberapa anak sudah lebih baik mengenal teknologi itu, mereka mulai pergi ke warnet, meski jauh toh mereka sekali-sekali melakoni itu karena ketertarikannya sudah melebihi. Tidak jarang juga Mira membuat program khusus belajar internet di warnet meski jauh dari kampung dengan beberapa anak yang sudah terbiasa dengan anak-anak yang belum mengerti sama sekali. Bukan hanya sekedar tahu tetapi mereka belajar untuk itu secara khusus.  Kini dikampung Lolongok sudah masuk peradapan teknologi itu. sementara anak-anak kini sudah besar dan bekerja dari mimpinya bersentuhan dengan komputer.

0 Responses So far

Posting Komentar

Bamboo Leaf Gallery Photos