Setelah semua persiapan dipenuhi merekapun memulai perjalanan pendakian, yang istimewa dari pendakian ini berjalan bersama anak-anak kecil kelas empat sampai 6 sekolah dasar. Mereka berempat sementara yang besar dua orang Jojo dan Lukman. Ini pendakian mereka ke tinggian 1.335 , dpl, ada banyak kemungkinan kegiatan pendakian ini tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Jojo sidah mengantisipasi segala kemungkinan itu dan dia berjalan dibagian paling belakang. Lukman berada barisan paling depan yang sebelumnya sudah diberitahu Jojo untuk memperlambat langkahnya. Itu strategi sederhana untuk pemula yang selalu dilakukan Jojo ketika membawa anak-anak berkegiatan pendakian untuk pemula. Pada trak pertama kelihatan sekali Fadlah yang berbadan lebih besar mengalami kesulitan pernapasan karena langkahnya terlalu cepat hingga jantungnya butuh kerja keras untuk memompa darah keseluruh bagian tubuhnya ditambah faktor udara yang renggang diketinggian. Lukman yang berada paling depan memperlambat langkahnya melihat Fadlah kepayahan sementara tiga anak lainnya tidak banyak mengalami kesulitan. Jojo yang berada dibagian belakang berjalan melambatkan lagi langkahnya, bukan hanya usia saja yang membatasi tetapi juga tidak pernah rajin berolah raga. Jojo selalu mengajak anak-anak ke alam, itu sudah dilakukannya sejak dulu. Ada yang mau disampaikannya melalui kegiatan dialam untuk anak-anak. Ini tentang beberapa keprihatinannya akan kerusakan alam karena eksplotasi berlebihan oleh manusia. Satu jam perjalanan sudah dan semua anak baru dapat menyusuaikan seluruh tubuhnya pada ritme trakking mendaki.
"Ayo jalan terus ... kita kalain kak Jojo! Jangan sampai kesusul!"Kata Lukman memberi semangat keempat anak-anak.
"Tenang aja, kak Jojo jalannya kayak keong."Ledek Putri sambil ketawa kecil.
"Iya a'k Lukman, enggak mungkin kak Jojo bisa nyusul kita ... !"Kata Anya penuh semangat. Sementara Fadlah diam saja mendengarkan teman-temannya ngeledek Jojo. Lain halnya dengan Iis, dia hanya mendengarkan saja teman-temannya meledek, hanya sekali-sekali tertawa kecil mendengar ocehan itu.
Satu setengah jam perjalanan sudah terlewati sementara trakkingnya terus mendaki dan semakin terjal, tampak diwajah anak-anak kelelahan mulai kelihatan. Mereka sebentar-sebentar berhenti untuk istirahat sambil minum dari air persediaan yang mereka bawa dari perkemahan.
"Mana kak Jojo kok enggak ada dibelakang kita!"Kata Putri sambil memeriksa Jojo dari antara celak pohon dan semak belukar hutan.
"Itu kak Jojo!"Kata Iis sambil tangannya menunjuk kearah Jojo tepat ada dibawah mereka.
"Ayo kita jalan lagi, entar kak Jojo marah kalau kita ketahuan istirahan."Kata Anya sambil mengangkat backpacknya ke punggung.
"Ayo ... ayo ... "Kata Lukma memperhatikan anak-anak yang belum juga mulai berdiri.
"Makanya jangan keseringan istirahat! Pasti berat lagi kalau mulai jalan! Kak Jojo jalannya pelan tapi enggak pernah istirahat, lihat aja tuh dia selalu bisa nyusul kita. "Lukman menjelaskan.
Akhirnya merekapun meneruskan pendakian itu, sampai akhirnya mereka menempuh perjalanan lebih dari tiga jam dan kini berada dipersimpangan ke puncak Gunung Salak - Kawah Ratu dan Pos Pendakian. Anak-anakkembali istirahan sambil minum mereka mengamati apa yang ada disekitar mereka.
"Eh .... dari tadi kita jalan enggak pernah ketemu anak kecil seperti kita ya?"Anya penuh keheranan.
"Iya ... ya ... ! Terus orang-orang lucu deh, masak kalau ketemu kita dia bingung. Ada anak kecil naik gunung ... "Celetuk putri sambil kecicikan.
"Terus dia tanya, kamu dari sekolah apa sambil ngeliatin kaos kita."Sambung Putri berusaha memahami apa yang ada dipikiran orang dewasa yang selalu berpapasan dengan mereka dan selalu mengomentari mereka.
"Kita jadi ngetop Put ... "Sahut Anya sambil senyum-senyum.
"Iya ... ya kita kayak artis."Fadlah menanggapi komentar Anya dibarengi dengan ketawa geli sambil membayangkan dirinya artis. Iis yang berada disebelahnya ikutan ketawa cekikikan.
Lukma yang sejak tadi memperhatikan pembiraan empat anak itu tidak bisa menahan geli "Artis nih yee ... he .... he ... "Kata Lukman tidak tahan.
"Eh ... eh .... kak Jojo udah kelihatan, yuk kita jalan lagi!"Ajak Lukman sambil memberi aba-aba.
"Yuk ... yuk ... kak Jojo ganggu aja orang lagi ngobrol .... hi ... hi ... hi ... "Gerutu putri sambil cekikan.
Tiga jam lebih perjalanan akhirnya mereka sampai juga di puncak Kawah Ratu.
"Ini puncak gunung ya a'k Lukman?"Tanya Putri sambil menark tangan Lukman ke bibir kawah.
"Entar tanya sama kak Jojo, saya enggak tahu!"Jawab Lukman bigung, mencari tanda-tanda puncak Kawah Ratu.
"Nah, itu kak Jojo!"Kata Iis sambil menunjuk kearah Jojo.
"Kak ... kak ... kak ... mana puncaknya? emang kita sudah sampai?"Kata Putri sambil menunjuk kearah kawah.
"Ya ini puncaknya. Memang kamu pikir dipuncak gunung ada tontonan!"Kata Jojo bermaksud meledek Putri dan anak lainnya.
"Nah sekarang kita minum yang puas sambil ngemil crackers. Biar enggak lapar ... "Canda Jojo lagi.
"Kak, kita turun lagi yuk. Kitakan udah sampe!"Ajak Anya kelihatan kecewa.
"Para pendaki gunung bersusah payah mendaki hanya untuk sampai dipuncaknya."Jojo berusaha menjelaskan.
"Sekarang kkita berada dipuncaknya, kenapa kita berusaha menikmatinya dengan minum dan makan crackers"Ledek Jojo lagi sambil mengedipkan mata ke Putri.
Jojo pergi kesemak belukar entah mencari apa, anak-anak hanya memperhatikan dari kejauhan dan hilang dari pandangan mata.
"Kamu tahu rahasianya kok Jojo kalau mendaki gunung .... "Lukman mencoba menarik perhatian anak-anak. "Kak Jojo kalau naik gunung selalu menikmati setiap langkahnya, itu yang menyebabkan dia jalannya seperti lamban!"Lukman mencoba menjelaskan sambil memandangi wajah anak-anak satu persatu. Suatu saat kalau kita bisa naik gunung yang lebih tinggi kita menggunakan langkah kak Jojo, supaya lebih hemat tenaga dan tidak usah terburu-buru."Lukman menjelaskan lebih rinci bagaimana strategi mendaki gunung. "Coba kita lihat deh! Kita lebih capek kan?Lukman menggoda keempat anak yang sedang menikmati crackers. "Terus satu lagi, jangan pernah memetik bunga di perjalanan? Tahukan akibatnya? Kamu kena damprat kak Jojo!"Kata Lukman sambil mesem-mesem.
"Eh, kita idah satu jam nih! mana Kak Jojo? Kita turun supaya enggak kena hujan."Lukman khawatir melihat langit mendung dan berteriak memanggil Jojo.
"Jo, turun .... "Kata Putri ngedek Jojo.
"Ayo kita kemon. Periksa barang-barang jangan sampe ketinggaln. Terutama sampah plastik dari biscuit crackers!"Jojo selalu mengingatkan untuk kesekian kalinya sambil matanya kesana kemari, kalau -kalau ada sampah yang tertinggal.
"Bawel hi ...hi..."Kata Putri merasa puas bisa ngeledek Jojo.
"Ayo turun!"Lukman memberi aba-aba sambil berjalan dibagian paling depan.

Posting Komentar