Selesai sholat isya, Fadlah, Putri, Anya, dan Iis bolak-balik nengok kekamarku. Matanya ingin mengatakan sesautu tapi tidak berani. Sesekali aku mendengar pembiraan mereka di ruang komputerr sebelah. Sepertinya mereka meminta Fadlah menjadi juru bicara mereka.
"Kak, kita mau tanya,. Boleh nggak"Fadlah memberanikan diri sambil memainkan jari-jari tangannya.
"Tadi kamu bilang kita? Siapa itu kita?"Kataku bertanya
"Maksudnya anak-anak. Gitu kak."Jawab Fadlah masih memainkan jari-jari tangannya
"Apa itu?"Tanyaku lagi
"Mau tanya, anak-anak jadi kemping nggak?"Tanya Fadlah perlahan
"Hmm ... kemping?"Kataku berlaga tidak tahu maksud mereka
""Iya kak, kan katanya kalau liburan sekolah mau kemping!"Suara Fadlah lebih berani
Aku perhatikan wajah anak-anak itu satu persatu mencoba mencari tahu siapa yang benar ingin berkemah.
"Iya Kak, kemping. Sayakan sudah kenaikan kelas."Kata Putri dengan suara memohon
"Iya kak ..."Kata Anya dengan rendah karena takut
"Saya mau tanya tentang satu hal"Kataku sambil memperhatikan wajah mereka
"Apa kak ... "Jawab mereka hampir bersamaan
"Environment Writing Project, sudah selesai belum?"Tanyaku
"Belum selesaikan. Saya baru tiga halaman."Kata Fadlah
"Saya baru satu halaman."Anya memotong pembicaraaan
"Kamu Put?"Tanyaku
"Belom .... kak ...."Kata Putri sambil tersenyum dipaksa
"Sekarang mana karangan itu. Saya mau lihat."Pintaku
Mereka bertiga langsung turun kelantai bawah mengambil buku tuliss yang biasa digunakan untuk kegiatan menulis. Kemudian mereka menunjukkan satu persatu dari tulisan itu.
"Ini sih bukan mengarang tapi menuliskan kembali"Kataku dalam hati
"Fadlah, Putri, Anya .... ini kamu mengarang apa? Ini namanya kamu menuliskan kembali dari buku cetak ini ke bukumu!"Kata sambil melihat mata Fadlah. Sementara Fadlah memainkan jari-jemarinya.
"Yang saya maksudkan, kamu bercerita tentang pengalamanmu tentang air! Selama sekian lama kamu saya ajak ke Situ, sungai, hutan. Nah, dari pengalaman itu kamu bisa di jadikan bahan untuk kamu melnulis."Aku berusaha membantu Fadlah mengingatkan kegiatan tentang air.
"Saya mau tanya, kamu bisa tidak hidup tanpa air?"Tanyaku lagi
"Eee... nggak. "Jawab Fadlah ragu
"Loh .... kok kamu jawabnya enggak pasti!"Kataku sambil melihat mata Fadlah
"Kamu harus yakin dengan jawabnmu! Bahwa kamu tidak bisa hidup tanpa air! Memang kamu mandi pakai apa?Minum pakai apa? Mencuci bajumu pakai apa?"Kataku mencoba lebih detail
"Untuk yang lain mengerti maksud saya?"Sambungku
"Iya kak.!"Kata mereka yakin
"Nah sekarang kerjakan. Waktumu sampai saya pulang dari mengantar berkemah anak-anaknya teman-teman saya!"Kataku
"Jangan lupa tidak ada kemping kalau project itu tidak selesai dan tidak ada hadiah dari project itu! Sekarang setiap hari kamu kerjakan itu di Sanggar dan saya temani!"Kataku tegas.
"Mana enggak enak sih, lomba hadiahnya uang sekolah satu tahun! Mereka tidak tahu kalau orangtuanya selalu kesulitan keuangan untuk biaya sekolah mereka."Kataku dalam hati.

Posting Komentar