| Mobile| RSS

"Kok, Tuhan bisa digambar?"

Kamis, 07 Juli 2011 | posted in | 1 comments

Satu hari ini mencoba mengerjakan blog dilantai bawah sambil menemani beberapa anak usia tiga sampai empat tahun. Agak repot anak usia seperti mereka jika tidak ditunggui, bisa dipastikan ada buku yang sobek dan cover buku terlepas dari bukunya. Biasanya mereka saling berebut untuk melihat buku sambil 'membaca' menurut fantasi anak. Sekitar setengah jam berlalu Anya datang sambil membawa sleeping dalam kantong kresek.
"Kak, ini saya dipinjami sleeping bag untuk berkemah besok."Kata Anya sambil menunjukan isi kantong plastik.
"Nya... ini bau! sudah lama pasti enggak dicuci!"Kataku sambil menyerahkan kantong kresek itu. "Jemur sana, mumpung masih ada panas!"Kata sambil mengarahkan mukaku kearah jemuran.
"Iya ... kakak ...."Kata Anya sambil tersenyum meringis dan berjalan menuju jemuran disebelah sanggar.
Tak lama kemudian Anya kembali sambil memperhatikan apa yang aku kerjakan.
"Nya, coba kamu baca deh tulisan kakak. "Kataku sambil menunjukkan artikel 'Hai nak, sedang apa kamu?'
Dibacanya perlahan-lahan dengan suara hampir berbisik. Beberapa detik kemudian.
"Kak, kok  wajah Tuhan bisa digambar?"Tanya Anya heran dengan tatapan curiga.
"Nya, di pengajian kamu diajari bahwa Tuhan itu Maha Pencipta dan Maha Baik. Dari mana kamu tahu semua Maha itu?"Tanyaku agak khawatir dengan pertanyaanku.
"Coba kamu beri contoh bahwa Tuhan itu Maha Pencipta dan Maha Baik!"Kataku mempersempit agar dapat dicerna.
  "Allah menciptakan manusia dan segala mahluk hidup."Kata Anya sambil memaikan jari-jarinya
"Terus!"Selaku tidak sabar
"Kalau Allah itu Maha Baik,  kita diberi hidup."Kata Anya tidak percaya diri
"Coba beri saya contoh kalau Allah itu memberi hidup?"Kataku sambil tersenyum
Anya hanya memainkan tari-jarinya dan mengoyang-goyangkan badannya.
"Nya, ayahmu setiap hari bekerja menjadi sopir dan mengantar bosnya kesana-kemari. Dari hasil kerja itu ayahmu mendapat uang, kemudian uang itu dibelikan beras dan sayuran untuk makan kamu sekeluarga. Ketika kamu sekeluarga bisa makan, itu artinya Tuhan Maha Baik. Tuhan memberi rejeki melalui pekerjaan ayahmu."Kataku hati-hati
"Kamu bisa menangkap apa yang saya maksud Tuhan itu Maha Baik!"Kataku sambil tersemyum
"Iya kak!"Jawab Anya sambil tersenyum. Melihat Anya tersenyum aku merasa lega setidaknya dia dapat menangkat apa yang aku jelaskan.
"Nya, kamu tahu kalau ayahmu menyanyangi kamu?"Tanyaku lagi
""Iya."Jawab Anya penuh percaya diri
"Contohnya apa Nya?"Tanyaku lagi
"Saya selalu diperhatiin, diajak jalan-jalan, suka di ajak makan. Pokoknya bayak deh kak!"Kata Anya dengan mata berbinar-binar
"Nah, dari rasa sayang ayahmu itu, merupakan  sedikit dari wajah Tuhan. Tuhan yang baik."Kataku tersenyum.
"Oh gitu .... he ... he ...saya baru tahu .. "Kata Anya sambil tertawa girang.

(Anya anak SD kelas 5)

1 komentar
gravatar
contemplative
on 7 Juli 2011 pukul 08.45  

Inspiratif untuk menghadapi pertanyaan anak!

Posting Komentar

Bamboo Leaf Gallery Photos