| Mobile| RSS

"Kak, kita buat capcai aja ....."

Selasa, 12 Juli 2011 | posted in | 0 comments

.... bocah merupakan potret ketelanjangan alam, terbuka, apa adanya, suci dan mulia, tidak tahu basa basi, tipu daya atau kelicikan. kitalah yang merusak mereka, yang membikin mereka culas, bohong dan licik dan tak kenal kasih sayang. (Kerinduan - Mohamad Sobary)

 “Kak, kapan ketemuan untuk membicarakan persiapan kemping!”Kata Putri meminta kepastian
“Sekarang!”Kata Fadlah menanggapi
“Anya enggak ada dirumah.”Kata Iis “Tunggu Anya dulu.”Sambung Iis.
“Emang Anya kemana Is?”Tanya F adlah
“Kata ibunya lagi kewarung.”Kata Iis menjelaskan
“Kita tunggu Anya!”Sahut Putri
“Eh ... kak Budi dimana Is?”Tanya Putri
“Enggak tauk!”Jawab Iis
“Ada tuh diatas, lagi main komputer.”Kata Fadlah memberi tahu.
“Kakkk ... “Teriak Putri memanggil Kak Budi dengan suara cemprengnya
“Hallooo ... ibu-ibu, saya tidak tuli!”Kata Kak Budi jengkel. “Kenapa sih selalu teriak kalau memanggil. “Kenapa tidak datang keatas!”Sambung kak Budi masih jengkel. “Lalu sekarang mau apa?”Kata kak Budi dengan suara rendah sambil tersenyum.
Sementara Putri wajahnya kelihatan cemberut sambil memalingkan wajahnya.
“Ada apa Putri yang cantik ... “Kata kak Budi mencoba  mengedipkan matanya dan beharap sikapnya dapat  mencairkan Putri.  Melihat sikap kak Budi mengedipkan matanya membuat putri menyembunyikan  wajahnya diatara kedua lututnya sambil tersemyum.
“Auk ... ah ...”Kata Putri tersemyum malu sambil mengangkat wajahnya. Sedangkan Fadalah asik membaca buku tapi tidak serius.
“ Tuh, Anya udah dateng.”Kata Iis dengan dengan senyum  lesung pipitnya.
Putri memalingkan wajahnya ke Anya sambil komentar “Kemana aja sih Nya!. Kita kan mau ngomongin buat kemping!”Suara Putri jengkel.
“Gue habis disuruh ibu gue beli obat nyamuk.”Kata Anya datar. “Emang mau ngomongin apa sih?”Sambung Anya sambil memandang ke putri.
“Mau ngomongin masakan buat kemping.”Kata Putri.  Kak Budi duduk di tangga sambil memperhatikan anak-anak  membicarakan menu yang akan dibuat pada kegiatan kemping yang tinggal besok pagi.
“Kak, giman nih cara ngaturnya?” Kata putri kelihatan ketus menahan ketawa.
“Kamu makan berapa kali satu hari? Itu aja dijadikan patokan.”Kata kak Budi serius.
“Kalau pagi kita makan roti aja kak!”Kata Anya usul.
“Iya, kita sarapan roti aja kalau pagi.”Sambung Fadlah. Sementara Iis hanya diam saja sambil memperhatikan teman-temannya merencanakan menu.
“Fadlah, catet nih!. Masakan buat kemping!”Kata Anya, sambil menyerahkan buku dan pulpen.
“Tadi, apa? Besok pagi sarapan roti?”Tanya Fadlah.
“Iya. Bosok pagi sarapan roti.”Kata Putri dengan suara cempreng.
“Terus, minumnya apa?”Tanya Fadlah lagi.
“Ini aja, susu kotak.”Kata Anya sambil nyengir ke kek Budi.
“Kenapa enggak coklat aja?”Kata Kak Budi.
“Enakan susu kotak!”Kata Putri.
“Terus makan siangnya, kita buat capcai.”Kata Putri yakin
“Iya kita buat capcai aja.”Sambung Anya.
“Tulis nih .... makan siang capcai?”Tanya Fadlah
“Putri kita masak yang mudah-mudah aja. Misalnya tumis sawi. Lauknya ikan asih. Kalau masak capcai butuh waktu dan bahan-bahannya   untuk membuat capcai. Lagipulan nanti kamu menggunakan  untuk membuat masakan itu?”Kata kak Budi memberi alternatif.
“Eh .... kak Budi kan udah pengalaman ya he ... he ... “Kata Fadlah sambil ngeledek kak Budi.
“Ya udah kalau gitu tumis sawi sama ikan teri medan.”Kata Putri.
“Tulis nih?”Tanya Fadlah.
“Iye, tulis.”Kata Putri. Sementara Iis memperhatikan Fadlah menulis dari dekat.
“Terus sorenya makan apa?”Tanya Iis memberanikan diri.
“Masa tumis sawi lagi sih?”Kata Anya tidak semangat.
“Nah ... sekarang saya mau tanya sesatu.”Kata Kak Budi masih duduk di tangga tidak jauh dari keempat anak itu. “Jika kamu masak untuk sarapan pagi, makan siang dan sore. Memang kamu enggak capek?Di perkemahan bukannya kamu belajar tentang alam? Gimana?”Kata Kak Budi .
“Ya udah, kalau gitu kita masaknya sore aja. Terus siangnya gimana dong kak?Tanya Putri.
“Nanti kita pesan di warung aja. Supaya waktu kamu belajar tidak habis untuk masak-memasak.”Kata sambil ngedek Putri.
“Kak, kita boleh goreng pisang ya?”Tanya Putri.
“Boleh.”Kataku
“Entar jangan lupa beli terigu buat goreng pisang.”Pinta Putri.
“Ok. Kalau gitu sekarang saya belanja dulu. Kamu boleh pulang dan istirahat. Besok bangun pagi-pagi dan kumpul di Sanggar jam 5 pagi.”Kak Budi menutup pertemuan.
“Kak, kita ikut belaja sama kakak aja ya?”Pinta Anya dan Putri.
“Engga usah. Ini sudah malam. Lebih baik kamu pulang dan tidur.”Pinta kak Budi.
“Ok!”Kata kak Budi
“Ok ....!”Sahut anak-anak meledek kak Budi sambil meninggalkan sanggar

0 Responses So far

Posting Komentar

Bamboo Leaf Gallery Photos