| Mobile| RSS

"Kak, saya seneng kalau lihat keluarga Culek!"

Minggu, 03 Juli 2011 | posted in | 0 comments

Aku dan Candra duduk dibawah pohon besar sambil menikmati matahari terbit. Tatapannya penuh dengan ekspresi, matanya tidak pernah diam selalu ada hal-hal yang menarik perhatiannya. Candra mencoba duduk sambil menyandarkan  badanya di sisi kiri badanku.
"Kak ...."Candra membuka pembicaraan
"Apaan Can!"Katakku menanggapi
"Saya seneng lihat keluarga Culek (Seorang bapak)."Candra melanjutkan pembicaraan
"Kenapa kamu senang dengan keluarga Culek?"Aku mencoba cari tahu
"Iya, kalau pagi Culek pergi kerja. Jujuk (Istri Culek) kerjanya masak sama ngurus Della. Coba bapak sama kayak gitu ya!"Kata Candra sambil menatap kedepan
"Loh, bukan bapak sama ibu sama dengan Culek dan Juju?"Kataku ingin tahu
"Enggak kak."Jawab Candra tidak setuju
"Memang kayak apa?"Tanyaku lagi
"Emak masih harus bantu bapak ngurusin kerjaan bapak, terus ngurusin Ica adik saya. Enggak kaya Cule."Candra membandingkan tapi kelihatan bingung
"Culek sayang sama Juju dan Della dan   enggak pernah berantem."Candra menjelaskan lebih jauh dari apa di lihatnya.
"Memang bapak ibumu gimana Can?"Tanyaku lagi ingin tahu
"Bapak galak. Suka berantem dan mukul emak. Saya sering dipukul sama bapak."Candra menjelaskan sambil menunduk kebawah dan tangannya mencabut rumput didepannya
"Oh .. ya ...?Kataku penasaran
"Saya takut sama bapak."Kata Candara masih menundukkan kepala sambil mencabut rumput didepannya.
"Memang kamu sehari dupukul berapa kali Can?"Kata terus mencari tahu
"Enggak setiap hari sih kak."Candra menjelaskan
"Setiap minggu?"Tanyaku lagi
"Hampir dua minggu sekali saya pasti dipukul sama bapak."Candra menjelaskan tapi kini tatapannya kosong. Dia tidak sedang  memandang sesuatu dikejauhan.
"Can, biasanya kamu di gebukin karena apa?"Aku tersus mencari tahu
Candra tidak menjawab dia kelihatan kebingungan mencari jawaban.
"Gini aja Can, kalau minta sesuatu enggak usah pakai nangis. Bisa jadi bapakmu marah karena hari ini dia enggak punya uang."Kataku mencoba menenangkan
"Bapak, kalau enggak ada emak pasti enggak punya uang."Kata Candra datar.
"Lah iya lah Can. Kan emak yang ngatur uang yang bapak cari!"Kataku mendudukkan posisi ibu.
"Yah... kak elo nggak tahu sih."Katanya datar
"Can. beberapa minggu lalu ibumu mencari kamu di sanggar karena ibumu hanya tahu kalau tidak pulang kamu pasti tidur di sanggar dan ternyata kamu tidur di warnet main PB"Kataku mencoba menghadapkan kelakan Candra. Candra hanya terdiam mendengar kejadian itu.
"Sekarang gini, saya usul sama kamu."Kata mencoba menenenagkan
""Apaan kak?"Candra memotong pembicaraanku
"Kamu boleh melawan dan tidak setuju dengan saya, tapi kamu mesti punya alasan. Kamu boleh juga memarahi saya jika saya berbuat salah. Kamu tidak mesti takut dengan saya!"Kataku memberi ruang yang berbeda dengan pengalaman Candra dirumah.
"Kan enggak sopan kak!"Kata Candra tidak setuju
"Dengan saya kamu boleh!"Kataku menyakinkan Candra. "Gimana?"Sambungku
Candra hanya tertawa membayangkan dirinya bisa melawan kak Budi.

0 Responses So far

Posting Komentar

Bamboo Leaf Gallery Photos