| Mobile| RSS

"Jaul .... bini loe beranak ....!"

Senin, 18 Juli 2011 | posted in | 0 comments

Sembilan bulan Mpok Maryam hamil anak yang ketiga badanya yang tampak hanya tulang yang menojol disana sini, wajahnya selalu tampak pucat. Ketika berjalan Mpok Maryam seperti membawa beban yang berat dan geraknyapun menjadi sangat terbatas. Meskipun begitu ia tetap melaksanakan tugasnya sebagai ibu yang tidak saja mengurusi anak dan suami tetapi juga harus menghidupi seluruh anggota keluarganya dengan pekerjaan menjadi pembantu rumah tangga. Mpok Maryam bermimpi anaknya suatu saat nanti bisa menjadi lebih hebat dari dirinya dan tidak seperti bapaknya.
“Bang, saya pergi dulu ya …. jangan lupa urus anak-anak, hari ini saya pulang lebih sore” Pesan Maryam setiap kali ketika akan berangkat bekerja.
“ Iya.” Kata Bang Jaul yang sudah malas mendengar kata-kata itu karena pesan itu sudah seperti perintah yang menekan perasaan Jaul.
Dengan langkah yang sangat lamban Maryam tetap berjalan dengan pasti, bahwa kepergiaannya untuk menghidupi anak-anak yang sangat dicintainya apalagi anak yang dikandung sebentar lagi akan lahir. Sudah pasti ia akan banyak membutuhkan biaya untuk persalinan.

Siang ini seperti bisa Maryam, ketika memulai pekerjaan – masak perutnya mulai terasa sakit tapi sakitnya tidak seperti biasanya. Ia merasakan tanda-tanda akan melahirkan.
“Maryam, sebaiknya kamu pulang saja!” Pinta majikannya. “Nanti pekerjaanmu biar saya yang menyelesaikan” Sambung Majikannya.
“baik Nyah, .. “ Kata maryam sambil mengelus-elus perutnya yang sakit.
“Dulloh… Dulloh … “ Tante Hardjono memanggil sopirnya.
“Ada apa Nyah, ….” Dulloh menghampiri Tante Hardjono.
“Tolong antar Maryam kerumahnya …nanti saya dikabari jika ada apa-apa ya!” Sambung Tante Hardjono.
“Baik Nyah.” Kata Dulloh, sambil menuntun Maryam menuju mobil yang telah disiapkan Dulloh.
Selama perjalanan Maryam hanya bisa mengelus-elus perutnya sementara Dulloh hanya memperhatikan dan sekali-sekali menghibur agar Maryam lebih tenang. Ketika mobil itu memasuki jalan desa menuju rumah Bang Jaul banyak warga kampung yang melihat bertanya-tanya ada apa yang terjadi dengan Mpok Maryam. Ada beberapa ibu-ibu yang mengenal Mpok Maryam bergegas menuju rumah Bang Jaul untuk melihat apa yang terjadi dengan Maryam. Tak ada siapa-siapa rumah itu kosong dan banyak warga kampung tahu bahwa Bang Jaul pasti pergi memancing sementara anak-anak belum pulang sekolah. Situasi ini sempat di ketahui oleh Ibu Nurhasanahh yang kebetulan aktivis partai dan tentu saja situasi sulit keluarga Bang Jaul dianggap peluang oleh Ibu Nurhasanah karena sebentar lagi akan ada pemelihat Walikota.
‘Pak Dulloh, antar saya dan Mpok Maryam ke rumah sakit. Jangan-jangan Mpok Maryam akan melahirkan, tentang biaya biar nanti saya yang tanggung” Kata Ibu Nurhasanah dengan sigap.
“Bang jaul perlu dipanggil dulu nggak Bu ?” Kata salah seorang tetangga Mpok Maryam.
“Kamu tahu, Bang Jaul ada dimana?” Tanya Bu Nurhasanah.
“Mancing …” Jawabnya
“Kamu tahu Bang Jaul mancing dimana…?” Potong Bu Nurhasanah
“Di Rawa Dengkul, tapi ..” Jawab tetangga Bang Jaul.
“Tapi jauh kan!” Potong Bu Nurhasanah. “Sudah sekarang saya bawa Mpok Maryam. Mumpung ada mobil yang bisa mengantar” Sambung Bu Nurhasanah.

Sampainya di rumah sakit Bu Nurhasanah dengancekatan mendaftarkan Mpok Maryam ke UGD agar cepat mendapat pertolongan. Tapi pa daya jumlah dokter dan bidan yang terbatas membuat Mpok Maryam harus menunggu lama. Hampir satu jam menuggu barulah ada bidan yang datang untuk segera menanganai Mpok Maryam. Sementara Dulloh duduk di kursi tunggu sambil menunggu instruksi Bu Nurhasanah, pandangan Dulloh tertuju pada Mpok Maryam yang sedang dibawa ke ruangan khusu untuk melahirkan. Kereta dorong baru juga keluar dari ruang pendaftaran tiba-tiba Dulloh terperanjat bukan kepalang, bahkan Dulloh sempat hamper melompat bukan karena dia belum pernah mengantar istrinya melahirkan tetapi Dulloh sangat terkejut melihat selangkangan Mpok Maryam keluar seorang bayi.

Josep Budisantoso
(Belajar menyelam sedalam-dalamnya dan terbang setinggi-tingginya)

0 Responses So far

Posting Komentar

Bamboo Leaf Gallery Photos