Siang hari aku berkunjung ke rumah Mpok Enung. Biasanya hanya untuk menggoda cucunya yang paling kecil. Siang ini Mpok Enung melihatku senyum-senyum, hmmm .... mungkin ada pembicaraan sebelumnya antar aku dengan Mpok Enung tapi aku lupa.
"Kak Budi, Iis kan udah naik-naikan kelas, terus bukunya gimana?"Tanya Mpok Enung mencari kepastian
"Emang berapa sih harga buku itu?Tanyaku lagi
"Ada sih sekitar lima ratus ribuan. Kayak sih lebih."Kata Mpok Enung ragu
"Coba tanya lagi berapa harga buku itu!"Pintaku
"Entar deh saya tanyain ke Mpok Rumi"Kata Mpok Enung memastikan
"Nanti kasih segera ke saya tentnag jumlahnya!"Kataku
"Ya deh kak."Kata Mpok Enung kelihatan lebih semangat
"Ngopi ya kak?"Kata Mpok Enung
"Boleh juga tuh ..."Kataku sambil ngeledek
Sambil duduk bersandar tiang beranda rumah Bang Jaul, ditemani sebatang rokok pikiranku mulai dipenuhi oleh ketidak pastian.
"Aku mesti berani mengambil sikap dan belajar dari pengalaman masa-masa awal. Aku pasti bisa!"Kataku dalam hati
"Kak. Yah ngeamun lagi .... makanya cari dong biar enggak ngelamun mulu"Kata Mpok Enung menggoda
"Ah bisa aja he .. he ..."Jawabku sambil memperhatikan mata Mpok Enung
"Kalau saya ngelamun bukan cuma mikirin cewek doang he ... he ... tapi banyak he ... he ... "Kataku mencoba tidak memperlihatkan kegundahanku
"Nih, kopinye masih anget diminum. Entar kebutu dingin!"Pinta Mpok Enung
""Iya."Kataku sambil menghrup kopi panas buatan Mpok Enung
"Nih.. pisang goreng anget. Tadi bapaknya Iis ambil dari kebon. Limayan buat ngemil"Kata Mpok Enung menjelaskan
"Wow .... pisang goreng sama kopi. Mantep he .. he .."Kataku mencoba menyenangkan Mpok Enung.

Posting Komentar